Divisi Detil Berita Divisi

Tabel korelasi r

Salah satu analisis dalam statistika adalah uji hubungan (korelasi), dan salah satu metode dari uji hubungan adalah uji korelasi product moment Pearson. Dalam uji korelasi Pearson, ada alat ukur statistika menggunakan koefisien korelasi “r”. “r” ini digunakan untuk mengetahui derajat hubungan linier antara satu variabel dengan variabel lain. Besar koefisien korelasi berkisar dari -1 hingga 1, atau dengan kata lain, angka korelasi hanya berkisar dari 0 hingga 1, semakin mendekati angka 1, maka hubungan kedua variabel tersebut semakin erat.

Dalam uji korelasi Pearson, untuk menentukan hasil menunjukkan berhubungan signifikan atau tidak, maka angka r hitung dibandingkan dengan r tabel. Jika angka r hitung lebih besar dari r tabel, maka hasil menunjukkan signifikan, dan sebaliknya jika angka r hitung lebih kecil dari r tabel, maka hasil menunjukkan tidak signifikan.

Contohnya: Dari uji korelasi Pearson didapatkan nilai koefisien korelasi antara 2 variabel sebesar 0.561. Kita ingin melihat apakah hasil tersebut menunjukkan berhubungan signifikan atau tidak, maka dibandingkan dengan r tabel.

Yang dibutuhkan dalam mencari r tabel adalah derajat bebas (df), dan alpha yang digunakan.

Dengan n=30, kita dapatkan df=n- 2=28 (dengan n adalah banyak data). Dan alpha yang kita gunakan 0.05.

Maka angka r tabel (α,df) = r tabel (0.05,28) adalah 0.361 (seperti gambar dibawah ini).

Didapatkan bahwa angka r hitung lebih besar dari r tabel (0.561 > 0.361) maka dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut.

By : Samuel C S

konsultan FNI Statistics


Komentar Pengunjung

Silahkan Tinggalkan Pesan

BUTUH JASA ANALISIS DATA / PELATIHAN STATISTIK Hubungi kami di 085755387029 (WA) / LINE : fni_official / BBM. D5ABD8BF
Selengkapnya