Divisi Detil Berita Divisi

Korelasi

ANALISIS KORELASI

Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui derajat hubungan linier antara satu variabel dengan variabel lain. Hubungan positif jika arah perubahan searah antar kedua variabel tersebut, dan negatif jika arah perubahan berlawanan arah. Besarnya perubahan suatu variabel yang diikuti dengan perubahan variabel lain dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi (r).

Sifat-sifat koefisien korelasi :

  1. Nilai koefisien korelasi bersifat simetris. Hubungan variabel A dengan variabel B, sama dengan hubungan variabel B dengan variabel A.
  2. Besar koefisien korelasi berkisar dari -1 hingga 1 (-1 ≤ r ≤ 1). Tanda menunjukkan arah perubahan. Semakin mendekati angka 1, maka hubungan kedua variabel tersebut semakin erat, baik mendekati 1 atau mendekati -1.
  3. Koefisien korelasi hanya menunjukkan keeratan hubungan antar variabel tetapi tidak untuk menunjukkan kekuatan sebab-akibat. (hanya menguji hubungan, bukan pengaruh).
  4. Koefisien korelasi tidak terpengaruh oleh nilai orijin dan nilai skala.
  5. Koefisien korelasi hanya menggambarkan keeratan hubungan yang bersifat linier, dan tidak mampu untuk hubungan yang bersifat non-linier.

Analisis korelasi memiliki berbagai jenis. Penggunaannya harus sesuai dengan karakteristik data yang akan dianalisis. Jika data memiliki skala pengukuran interval atau rasio maka digunakan analisis korelasi Product Moment (Pearson), sedangkan jika data memiliki skala pengukuran ordinal, maka digunakan korelasi Rank Spearman atau Kendall Tau. Jika datanya berupa kategorial, maka kita dapat menggunakan analisis Chi Square yang kemudian ditransformasikan ke Koefisien Kontingensi.

 

Sumber : Suliyanto. 2011. Ekonometrika terapan – Teori dan Aplikasi dengan SPSS. Yogyakarta : CV Andi Offset.

By : Samuel C S

konsultan FNI Statistics


Komentar Pengunjung

Silahkan Tinggalkan Pesan

BUTUH JASA ANALISIS DATA / PELATIHAN STATISTIK Hubungi kami di 085755387029 (WA) / LINE : fni_official / BBM. D5ABD8BF
Selengkapnya